SAROLANGUN - Pengadaan 10 ekor kerbau oleh Dinas Peternakan Propinsi Jambi untuk warga Batang Asai, Kabupaten Sarolangun banyak kejanggalan dan terburu waktu. Akibatnya dari 10 kerbau itu, 9 kerbau mati, sehari setelah diserahkan kontraktor kepada warga.
SAROLANGUN. Seyogianya kalau ternak itu didatangkan dari daerah lain, seharusnya kontraktor mengkarantinakan kerbau-kerbau itu beberapa hari, sebelum diserahkan ke masyarakat." Karena PPTK dan kontraktor diburu waktu, ternak dari Lampung langsung diserahkan kepada warga." ujar warga yang enggan disebut namanya.
Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Kabupaten Sarolangun, Ir Ahmad Surya ME, kepada infojambi.com diperkirakan kematian kerbau tersebut akibat kelelahan karena perjalanan yang sangat jauh dari Lampung menuju Batang Asai. Seharusnya sebelum diserahkan dikarantinakan dulu.SAROLANGUN
Berdasarkan hasil bedah hewan, ditemukan kejanggalan pada pergelangan kaki dan lutut kerbau yakni pecahnya selaput pembungkus sekresi (cairan). “Penyebab kematian itu karena kerbau dibawa dari Lampung ke ujung Kecamatan Batang Asai, tentu lama berdiri, ditambah jeleknya jalan,” sebut Ahmad Surya.
Dikatakan Surya, dari sembilan ekor yang mati itu, delapan kerbau bisa dipotong oleh warga dan satu kerbau lagi mati saat ditemukan warga. Sedangkan satu kerbau yang masih hidup, kini dalam perawatan di Sarolangun.
Ditambahkan Ahmad Surya rekanan harus bertanggungjawab, karena sesuai perjanjian jika di bawah dua minggu ternak yang diserahkan mati adalah tanggung jawab rekanan atau kontraktor.SAROLANGUN. (Infojambi.com-DIA)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar