|28-08-2008|
Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin langsung datang ke Bandara Sultan Thaha begitu mendapat informasi pesawat Sriwijaya Air tergelincir kemarin sore. Orang nomor satu di Provinsi Jambi itu turun langsung mencari informasi penyebab kecelakaan tersebut.
Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin langsung datang ke Bandara Sultan Thaha begitu mendapat informasi pesawat Sriwijaya Air tergelincir kemarin sore. Orang nomor satu di Provinsi Jambi itu turun langsung mencari informasi penyebab kecelakaan tersebut.
Menurut dia, kecelakaan yang menimpa pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ062 itu disebabkan oleh kegagalan sistem hydraulic brake. “Ini diketahui setelah saya tanyakan langsung kepada pilot pesawat tersebut,” ujar Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin usai menjenguk 14 korban kecelakaan pesawat tersebut di RS Asia Medika kemarin sore.
Selain kegagalan rem, lanjut dia, ternyata tuas penahan udara yang berada di sayap pesawat juga tidak berfungsi. Saat akan digunakan, tuas penahan udara tersebut tidak terangkat. Keterangan senada juga dikatakan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Suwarno Soerinta yang mendatangi lokasi kejadian. “Istilahnya, kalau mobil, remnya blong,” katanya. Secara pribadi, dia menyalahkan sistem pemeriksaan pesawat saat di Bandara Sukarno-Hatta.
Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin pun mengatakan bahwa sistem maintenance atau perawatan pesawat yang dilakukan pihak maskapai sangat kurang. Untuk itu dalam waktu dekat dirinya akan melapor ke Menteri Perhubungan tentang seluruh kejadian tersebut. Ia juga mengingatkan maskapai lain supaya lebih memperhatikan perawatan pesawat, mengingat saat ini banyak pesawat yang sudah tua.
Kepada para korban, seluruh biaya akan ditanggung oleh pihak Asuransi Jasa Raharja sampai mereka sembuh. Termasuk juga perawatan Seno dan keluarganya. “Untuk Seno, biaya jangan terlalu dipikirkan,” katanya. Bahkan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin siap mencarikan solusi untuk Seno jika nanti hasil pengobatan tidak sesuai keinginan, sehingga Seno tidak dapat menafkahi keluarganya. “Saya pribadi yang akan cari solusinya, jangan terlalu dipikirkan,” katanya.Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin. (fadlankholiq)
copy right www.jambi-independent.co.id
Selain kegagalan rem, lanjut dia, ternyata tuas penahan udara yang berada di sayap pesawat juga tidak berfungsi. Saat akan digunakan, tuas penahan udara tersebut tidak terangkat. Keterangan senada juga dikatakan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Suwarno Soerinta yang mendatangi lokasi kejadian. “Istilahnya, kalau mobil, remnya blong,” katanya. Secara pribadi, dia menyalahkan sistem pemeriksaan pesawat saat di Bandara Sukarno-Hatta.
Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin pun mengatakan bahwa sistem maintenance atau perawatan pesawat yang dilakukan pihak maskapai sangat kurang. Untuk itu dalam waktu dekat dirinya akan melapor ke Menteri Perhubungan tentang seluruh kejadian tersebut. Ia juga mengingatkan maskapai lain supaya lebih memperhatikan perawatan pesawat, mengingat saat ini banyak pesawat yang sudah tua.
Kepada para korban, seluruh biaya akan ditanggung oleh pihak Asuransi Jasa Raharja sampai mereka sembuh. Termasuk juga perawatan Seno dan keluarganya. “Untuk Seno, biaya jangan terlalu dipikirkan,” katanya. Bahkan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin siap mencarikan solusi untuk Seno jika nanti hasil pengobatan tidak sesuai keinginan, sehingga Seno tidak dapat menafkahi keluarganya. “Saya pribadi yang akan cari solusinya, jangan terlalu dipikirkan,” katanya.Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin. (fadlankholiq)
copy right www.jambi-independent.co.id


Tidak ada komentar:
Posting Komentar