Rem Blong, Tabrak Petani, 14 Luka dan Satu Kritis
Dunia penerbangan Indonesia kembali mengalami musibah. Sore kemarin (27/8), pesawat Sriwijaya Air dari Jakarta tujuan Jambi nyungsep di kebun sayur setelah tergelincir keluar dari landasan Bandara Sultan Thaha Jambi. Pesawat Boeing 737-200 bernomor penerbangan SJ 062 yang mengangkut 123 penumpang itu mendarat tepat pukul 16.34 WIB, usai hujan lebat mengguyur Kota Jambi sore kemarin.
Namun ketika rodanya menginjak landasan pacu, pesawat yang dipiloti Kapten Abas tersebut terus meluncur deras tanpa dapat dikendalikan. Kondisi ini diperparah dengan licinnya landasan akibat baru diguyur hujan. Pasawat baru berhenti setelah terhempas masuk ke areal kebun sayur milik petani yang berada di ujung landasan bandara yang kini dikelola PT Angkasa Pura tersebut.
Pesawat nahas itu nyaris menghantam permukiman padat penduduk yang berada di sisi barat Bandara. Untung Pilot Kapten Abas masih sempat membelokkan pesawat ke arah kanan yang merupakan perkebunan sayur. Selain itu dari bagian pesawat juga sempat mengeluarkan asap. “Ada gangguan pada sistem hidrolik atau remnya,” ungkap Dedi Setiyono, Pjs Kepala Bandara Sultan Thaha sekitar pukul 19.00 malam tadi. Sayang sejauh ini pihak Sriwijaya Air perwakilan Jambi belum bersedia memberikan keterangan.
Sudiono dari Sriwijaya Air Jambi mengaku belum banyak tahu. Dua kali dikonfirmasi (pertama sore, kedua sekitar pukul 18.30), dia memberikan pernyataan serupa. “Saya belum tahu. Saya baru masuk, kemarin off. Coba ke Pak Fajar (Divisi Manger Sriwijaya Air) saja,” sarannya saat dikonfirmasi.Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Namun 14 orang dilaporkan mengalami luka-luka. 11 di antaranya penumpang dan pramugari pesawat. Rata-rata korban menderita luka di bagian kepala, wajah, tangan, dan kaki. Luka itu akibat benturan benda keras. Sedangkan tiga korban lagi adalah sepasang suami-istri pemilik kebun sayur dan anak mereka, yakni Seno (50), Pasri (45), dan Rahmat (4). Seluruh korban luka dilarikan ke RS Asia Medika yang berlokasi sekitar 200 meter dari Bandara Jambi.
Menurut informasi di tempat kejadian perkara (TKP), saat itu ketiganya yang tengah berada di kebun sayur terkena sambaran salah satu bagian pesawat. Seno mengalami luka cukup serius. Hingga malam tadi kondisinya masih kritis. Istrinya, Pasri, mengalami luka di bagian kepala. Sedangkan anaknya, Rahmad, mengalami patah di kedua belah kakinya. Menariknya, di dalam pesawat nahas ini terdapat beberapa pejabat, di antaranya mantan Sekda Kota Jambi Asnawi AB dan juga Irsal Yunus, politisi PDIP Provinsi Jambi. Kepada koran ini Irsal Yunus mengutarakan, peristiwa tersebut terjadi akibat blongnya rem. “Pesawat tidak miring ke kiri atau ke kanan, tapi terus saja ketika mendarat,” ujar Irsal yang berada di seat 1B.Bandara Jambi
Dedi Setyono kepada Jambi Independent menuturkan, akibat kejadian itu Bandara terpaksa ditutup selama tiga jam, terhitung sejak musibah hingga pukul 19.45. Dedi yang tampak sibuk menjelaskan, pada malam hari Bandara kembali dibuka. Ketika dihubungi pukul 19.00 WIB malam tadi, Dedi menyatakan pembukaan dilakukan setelah sejumlah langkah ditempuh pihak Bandara, termasuk kepolisian. “Kita sudah persiapkan lampu run way line yang sempat rusak akibat ditabrak pesawat. Lalu landasan sudah kita bersihkan,” jelasnya. Kapan bangkai pesawat akan dievakuasi? “Rencana besok, kita masih nunggu KNKT yang akan datang ke Jambi besok (hari ini),” terangnya.Bandara Jambi
Insiden yang terjadi ketika hujan mengguyur Kota Jambi tersebut sempat membuat Bandara tidak steril. Kawasan yang semestinya terlarang bagi masyarakat umum, menjadi lautan manusia. Masyarakat berbondong-bondng menyaksikan kejadian langka itu. Meskipun police line terpasang, masyarakat tak menghiraukannya. Baru sekitar pukul 18.00 lebih kawasan Bandara Jambi disterilkan.
copy right www.jambi-independen.co.id
Pesawat nahas itu nyaris menghantam permukiman padat penduduk yang berada di sisi barat Bandara. Untung Pilot Kapten Abas masih sempat membelokkan pesawat ke arah kanan yang merupakan perkebunan sayur. Selain itu dari bagian pesawat juga sempat mengeluarkan asap. “Ada gangguan pada sistem hidrolik atau remnya,” ungkap Dedi Setiyono, Pjs Kepala Bandara Sultan Thaha sekitar pukul 19.00 malam tadi. Sayang sejauh ini pihak Sriwijaya Air perwakilan Jambi belum bersedia memberikan keterangan.
Sudiono dari Sriwijaya Air Jambi mengaku belum banyak tahu. Dua kali dikonfirmasi (pertama sore, kedua sekitar pukul 18.30), dia memberikan pernyataan serupa. “Saya belum tahu. Saya baru masuk, kemarin off. Coba ke Pak Fajar (Divisi Manger Sriwijaya Air) saja,” sarannya saat dikonfirmasi.Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Namun 14 orang dilaporkan mengalami luka-luka. 11 di antaranya penumpang dan pramugari pesawat. Rata-rata korban menderita luka di bagian kepala, wajah, tangan, dan kaki. Luka itu akibat benturan benda keras. Sedangkan tiga korban lagi adalah sepasang suami-istri pemilik kebun sayur dan anak mereka, yakni Seno (50), Pasri (45), dan Rahmat (4). Seluruh korban luka dilarikan ke RS Asia Medika yang berlokasi sekitar 200 meter dari Bandara Jambi.
Menurut informasi di tempat kejadian perkara (TKP), saat itu ketiganya yang tengah berada di kebun sayur terkena sambaran salah satu bagian pesawat. Seno mengalami luka cukup serius. Hingga malam tadi kondisinya masih kritis. Istrinya, Pasri, mengalami luka di bagian kepala. Sedangkan anaknya, Rahmad, mengalami patah di kedua belah kakinya. Menariknya, di dalam pesawat nahas ini terdapat beberapa pejabat, di antaranya mantan Sekda Kota Jambi Asnawi AB dan juga Irsal Yunus, politisi PDIP Provinsi Jambi. Kepada koran ini Irsal Yunus mengutarakan, peristiwa tersebut terjadi akibat blongnya rem. “Pesawat tidak miring ke kiri atau ke kanan, tapi terus saja ketika mendarat,” ujar Irsal yang berada di seat 1B.Bandara Jambi
Dedi Setyono kepada Jambi Independent menuturkan, akibat kejadian itu Bandara terpaksa ditutup selama tiga jam, terhitung sejak musibah hingga pukul 19.45. Dedi yang tampak sibuk menjelaskan, pada malam hari Bandara kembali dibuka. Ketika dihubungi pukul 19.00 WIB malam tadi, Dedi menyatakan pembukaan dilakukan setelah sejumlah langkah ditempuh pihak Bandara, termasuk kepolisian. “Kita sudah persiapkan lampu run way line yang sempat rusak akibat ditabrak pesawat. Lalu landasan sudah kita bersihkan,” jelasnya. Kapan bangkai pesawat akan dievakuasi? “Rencana besok, kita masih nunggu KNKT yang akan datang ke Jambi besok (hari ini),” terangnya.Bandara Jambi
Insiden yang terjadi ketika hujan mengguyur Kota Jambi tersebut sempat membuat Bandara tidak steril. Kawasan yang semestinya terlarang bagi masyarakat umum, menjadi lautan manusia. Masyarakat berbondong-bondng menyaksikan kejadian langka itu. Meskipun police line terpasang, masyarakat tak menghiraukannya. Baru sekitar pukul 18.00 lebih kawasan Bandara Jambi disterilkan.
copy right www.jambi-independen.co.id


Tidak ada komentar:
Posting Komentar